Resolusi
Tahun 2011 serasa berjalan begitu cepat. Tak terasa, sudah memasuki bulan Oktober. Selang dua bulan tahun akan berganti dengan tahun yang baru. Artinya harus ada perencanaan, resolusi, target baru lagi untuk tahun berikutnya.
Bagi saya ini penting, meski pun perencanaan itu lebih sering menguap begitu saja tak lama setelah dirumuskan. Berlum juga dijalankan, saya lupa dengan rencana dan resolusi yang dibuat. Hasilnya, tidak ada progress apa pun hingga resolusi baru siap dijalankan.
Seperti tahun lalu, tahun ini, koondisinya nyaris tak banyak berubah. Saya hanya sibuk dengan rutinitas ‘mendulang’ lembaran-lembaran rupiah. Yang berbeda, kali ini perjuangan mendapatkan dhuwit lebih keras setelah adanya tanggungan yang harus dinafkahi.
Di luar itu belum ada perbedaan yang mencolok. Sedikit usaha yang coba saya rintis pada kuartal pertama tahun ini gagal setelah berjalan enam bulan. Tidak ada upaya menghidupkannya lagi masalah yang teramat kompleks. Hanya evaluasi agar kejadian serupa tak terulang lagi di kemudian hari.
Dan sekarang, masih ada sisa waktu dua bulan untuk membuat perubahan. Saya dituntut lebih creative mencari lahan tambang yang lebih subur. Gagal menempuh satu jalan, tidak akn membuat jalan lainnya tertutup. Tidak ada jalan buntu untuk meraih sukses. Setidaknya itulah yang harus saya pegang.
Pun tidak ada sukses yang diraih tanpa kerja keras dan cerdas. Keras saja tentu tak cukup. Sinergi otot-otak harus isa dimaksimalkan. Karena itulah kita dipercaya menjadi khalifah di bumi ini. Jangan lupa, istiqomah menjalankan resolusi yang sudah dibuat!!!