Think!!
Kompetisi sepakbola nasional belum lagi dimulai. Rutinitas wira-wiri antar stadion belum lagi bisa dilakukan. Kalau pun iya, paling hanya nonton tim-tim yang sedang seleksi pemain atau latihan rutin saban pagi dan sore.
Kegiatan ini sebenarnya cukup nyenangin. Tapi kalau dilakoni terus-terusan, rasanya jenuh juga. Butuh kegiatan lain yang bisa membuat suasana tetap menyenangkan. Setidaknya tidak terus-terusan berkubang dana suasana suntuk.
Dulu, setengah tahun yang lalu suasananya memang beda. Karena saya punya warung makan yang harus ditunggu. Ya kalau pun enggak saya bisa nemenin karyawan ngejagain warung. Tapi sekarang sudah gak bisa lagi. Warung saja sudah tutup karena tidak ada yang jaga.
Untuk menyiasati kegiatan yang hilang, saya harus berpikir keras mencari alternatif. Terbayang beberapa kegiatan yang rasanya cukup menjanjikan jadi side job. Tapi setelah dikalkulasi ternyata harus terpaksa ditahan karena terbentur anggaran.
Seminggu, dua minggu , sebulan, dua bulan alternative yang dicari enggak ketemu juga. Saya hamper nyerah, meski masih ada sedikit harapan. Paling tidak saya masih bisa berpikir tarsus mencari altenatif. Soala ketemu atau tidak, terserah nanti saja. Asa itulah yang sedang saya coba pertahankan sekarang.
Saya tak ingin kehilangan asa. Sya takut jenuh membunuh saya. Padahal, saya harus bisa lebih baik, lebih progresif untuk menjaga agar dapur tetap ngebul. Agar kebutuhan si kecil Najwa Callysta dan ibunya tetap terpenuhi. Saya selalu berbidik dalam hati think!!berpikirlah!!! dan saya terus mencoba melakukannya.